Untuk menulis, seseorang tidak harus berlabel, cerpenis, novelis, sastrawan, budayawan, nahkan wartawan.
"Tidak ada kalimat yang sempurna. Sama seperti tidak ada keputusasaan yang sempurna"
"Cintai dia sebelum kau nikahi dia-sebesar dia mencitaimu"
"Alangkah berbhayanya musim semi. Ketika bunga-bunga bermekaran, hati manusia pun menjadi bungah, menjadi lahan subur untuk menumbuhkan cinta"
Chairil anwar pernah menulis puisi berjudul "Aku". Dalam puisi itu dia antara lain Menulis: Kalau sampai waktuku/ku mau tak seorangpun kan merayu/tidak juga kau. Apa yang disiratkan oleh bait puisi ini adalah nasehat.